Senin, 29 Desember 2014

JudgMental


anggielian | 20++++ | Gemini | O | INTJ


Itu profil singkat saya. Tapi sumpah! Saya ga majang kayak gitu di Tumblr. Sesungguhnya, saya geli kalau setiap nemu user Tumblr atau Instagram yang majang-majang hasil tes kepribadian Myers-Briggsnya. Apalagi kalau dia INTJ. Kesannya bangga banget lo jadi INTJ

Tapi yaa, pertama kalinya ikutan kuis itu di internet, saya kaget lihat hasilnya, gue banget gitu. Emang bangga sih dibilang INTJ. Ya, soalnya kan dibilang mastermind. Rasanya pengen siap-siap jadi villain of all time.

Seiring waktu berlalu, kuis itu makin tenar di internet. Yang tadinya INTJ dibilang spesies langka tiba-tiba jadi menjamur ada dimana-mana. Mungkin 80% user tumblr juga INTJ saking seringnya saya lihat profil macam di atas itu. Saya jadi skeptis sama 'orang-orang INTJ' itu. Akhirnya berkali-kali saya ikut kuisnya dari berbagai situs. Semacam untuk membuktikan sayalah INTJ sejati.

Hasilnya, sih, sama-sama aja: INTJ, dengan skor di I dan J yang tinggi. Nah, huruf J ini yang mau saya bahas.

Saya sadar betul paragraf 1-3 di atas adalah implikasi dari J saya. Kayak yang saya bilang tadi, pertama kali lihat hasil tesnya yang INTJ itu, saya kaget karena tepat banget. Terus saya cekakak cekikik bacanya, kebayang perlakuan saya ke orang-orang. Makanya di otak saya INTJ tuh berasa villain banget. Villain yang berbangga hati dan punya semacam god complex begitu lah.

Ga tahu, ya, orang-orang lain yang tipenya J juga, tapi saya suka banget mengekspresikan judgement saya, kayak mandang sinis selama sejam ke mbak-mbak yang haus akan kursi di Transjakarta, atau mandang sinis dari bangku belakang angkot tembus ke kaca depan orang yang naik mobil sendirian pas rush hour

Parahnya, saya bisa dibilang anti banget sama yang namanya kepercayaan, mitos, tradisi. Sampai pas waktu ke makam, saya sengaja kantongin bunga kamboja banyak-banyak pas dibilang Mama saya kalau ga boleh bawa sesuatu dari makam. BADASS

Ya selain itu banyak juga sih tingkah saya yang anti 'hal yang ga masuk akal' yang kalau dibeberin di sini mungkin bisa memecah belah umat. 

Tapi semakin ke sini, alias semakin tua saya, saya jadi ngerasa tingkah saya konyol. Saya banyak nonton film, anime, baca komik, sama main game belakangan ini (ketahuan nganggur). Itu jadi alasan saya nulis post ini. Saya habis maraton nonton anime dan selesai dengar Drama CD game porno yang ceritanya daleeeeemm. Kesimpulannya, betapa bahagianya kalau banyak orang yang hidup di dunia ini punya pikiran yang sama kayak karakter-karakter fiksi itu. Sebagian, sih. Sebagian yang lain terlalu kacau jadi baiknya jangan ada yang tiru.

Omong-omong soal Drama CD game porno yang baru tadi saya dengerin. Iya game porno. Ga salah denger kok. Saya emang kecanduan game porno homoseksual. Di situ, karakter utamanya yang namanya Aoba punya pacar yang namanya Mink. Ini pasangan cowok x cowok selalu bisa buat saya mesem-mesem (baca: terangsang).

Mink itu orang suku asli Amerika yang pastinya punya banyak tradisi-tradisi, dan dia sangat sangat relijius sekali, percaya leluhur, roh, dan hal-hal 'gaib' lainnya. Awalnya, saya nikmatin ceritanya yang manis dan buat saya mesem-mesem tadi, tanpa saya sadar kalau orang-orang macam Mink juga ada di sekitar saya. Saya mati-matian simpati sama karakter Mink tanpa saya sadar kalau di dunia nyata, ini karakter nomor satu yang saya hindari.

Si karakter utama, Aoba, dari Jepang, dan sepengamatan saya dia punya pemikiran yang lebih modern. Tapi, coba tebak apa reaksinya sama sikap Mink yang super relijius itu? Ya, dia terima itu. Malahan selalu ingin tahu lebih kayak apa sih yang ada di tradisi sukunya Mink. Coba saya yang ada di posisi Aoba. Pas Mink ngomong ke saya 'itu pasti leluhur saya yang kasih peringatan lewat mimpi kamu', saya bakal kasih pandangan sinis skeptis apatis saya ke Mink, mana bisa orang mati ngomong ke saya. Lalu terjadilah perang dunia alih-alih adegan seks penuh cinta. 

Banyak orang-orang di sekitar saya yang sekadar cuma mau sampein pendapatnya yang ga berbahaya. Tapi kalau saya terus tanggapi dengan tutup kuping, isi pikirannya ga akan sampai ke saya. Banyak orang-orang yang mau meyakini sesuatu yang dia pikir baik buat dia dan dunia. Tapi kalau saya terus tanggapi dengan pandangan 'wtf?!', orangnya bisa tersinggung.

Kadang jadi judgmental bagus juga sih, karena kesannya saya jadi semacam orang berpendirian teguh dan tegas. Tsah! Tapi kalau orang-orang judgmentalnya terlalu banyak dibanding orang-orang yang mau dengar, apalagi kebanyakan yang kombinasi judgemental sama bodoh, bisa-bisa kiamat dunia karena orang-orang saling perang.

Oh, ya ampun, game porno mengubah hidup saya.

.

P.S.: Ini blog baru saya yang khusus buat tulisan (baca About). Jangan ketawa, sih, lihat judul blognya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar